Warnet Tutup, Karena Kentut!
Sekitar Tahun 2007, ketika masih
duduk di bangku sekolah dasar, Aku merupakan salah satu anak dari ribuan anak
Indonesia, yg terkena virus game online. Pada waktu itu game online yg banyak
dimainkan oleh para penghuni warnet adalah Warcraft, dimana dalam game ini
masih terdapat banyak sub game, salah satunya Dota. Tepatnya di jalan
Tamansiswa samping FH UII terdapat warnet yg bernama Basecamp. Aku dan kakakku
serta teman lainnya benar-benar menjadikan warnet ini menjadi Basecamp andalan,
untuk kami bisa bermain game online. Tiap kali bel akhir sekolah berbunyi
selalu diiringi teriakan seorang teman. "Yo ning Basecamp Yo!
Nge-Net!!!" Marko kecil suka sekali menimpali dg nada provokatif,
"Yoo..Yoo!!".
.
Pada suatu hari, di hari Minggu.
Remaja masjid di kampung ku mengadakan acara bersih-bersih masjid. Seperti
anak-anak biasanya aku juga suka nimbrung membantu urusan orang-orang dewasa
itu. Di akhir acara selalu ada pesta kecil-kecilan yaitu makan bersama
'lutisan'. Sambal lutis yang dibuat biarpun pedas namun bagiku sungguh sangat
enak, membuat lidah ku tak berhenti bergoyang, ingin rasanya terus makan
buah-buahan itu dg colekan sambal istimewa ini. Usai acara bersih-bersih,
"Yoo nge-Net Yoo?!!" Ajak Marko.
Spontan kakaku membalas
"Yo!"
.
Sesampai nya di Basecamp, Marko
dan Kakak ku bermain Dota, sedang kan aku hanya berdiri melihat mereka bermain.
Lama berdiri membuat perut ku mulai bereaksi, makin lama reaksi tsb semakin
menjadi-jadi, perut ku terasa 'mulas' ingin rasanya aku mengeluarkan gas
beracun ini (baca: kentut), namun kondisi dalam ruangan tertutup dan berAC,
membuat ku khawatir jika gas yg ku keluarkan akan benar-benar meracuni penghuni
warnet. Aku sudah berkali-kali memohon kepada kakak ku untuk segara
menyelesaikan permainan dan mengajak nya pulang, namun ia hanya menjawab
"sek to.. tinggal 10 menit meneh ikii!!!!!" Alhasil gas dalam perut
ku akhirnya keluar karena sudah tidak kuat lagi menahan. Tak menunggu lama gas
itu pun langsung menyebar ke seluruh penjuru ruangan, orang pertama yg
menyadari adalah kakak ku, karena kebetulan aku berdiri disampingnya,
"asemm.. koe ngentutt oo?!!!" Tanya kakak ku sembari menarik kerah
baju untuk menutup hidungnya, karena melihat tingkah ku ia pun ketawa
cekikikan, tiba-tiba 'plaakkk' pukulan seorang remaja mengahantam kepala kakak
ku, ia mengira kakak ku yang kentut, "Nek ngentutt i neng jobo!"
Sembari melotot ke arah kami berdua. Melihat peristiwa itu, spontan Aku lari
keluar Basecamp dg penuh ketakutan, dalam perjalanan keluar Aku melihat banyak
penghuni Basecamp marah-marah akibat mencium bau kentut ku yg seperti gas
beracun, "Bajingan, entutt e sopo ii, mambu tenan" bentak mas Bagyo
si penjaga warnet Basecamp. Di perjalanan pulang Marko dan Kakak ku tak
henti-hentinya tertawa, sementara Aku masih saja gelisah dan khawatir kalau mas
Bagyo tiba-tiba saja mengejar dan memarahi akibat ulah ku yang membuat penghuni
warnet tidak nyaman.
.
Keesokan harinya, Marko mengajak ku bermain ke
Basecamp, awalnya Aku takut sekaligus malu akibat ulah ku kemaren. Ia terus
memaksa, "Yo wess Yo" jawab ku mengalah. Sesampai di depan warnet,
tulisan 'Closed' di balik pintu kaca yg agak gelap, "wahhh tutup e"
jawab ku sedikit kecewa bercampur dg perasaan lega, karena tidak jadi bertemu
Bagyo si penjaga warnet. "Wahhh opo gara2 ruangan e isih mambu Yo ?? Mergo
kentut mu wingi?" Kata Marko 'mutusi' seraya menoleh ke arah ku. Tak
disangka ternyata Basecamp tidak hanya tutup pada hari itu, hari-hari
selanjutnya warnet ini tidak pernah buka lagi hingga saat ini. Teman-teman suka
membuat guyonan "wahh Basecamp bangkrut mergo entut e Isa" sembari
tertawa jika kami mengingat kembali peristiwa itu.
Komentar
Posting Komentar